Berpindah Dengan Waktu
Ketika dalam hidupmu, kau berpindah dari titik A ke A-, itu akan membuat jalanmu juga terbanting ke jalur lambat dari jalur cepat. Seketika semuanya yang terasa amat nyaman, lancar, mudah, berpindah dan membuatmu rentan akan waktu dan irama hidupmu pun melambat.
Kau terbingung-bingung. Apa yang harus kau lakukan untuk membunuh waktu, karena sekarang ia nampak bagaikan pasukan Persia Raya yang harus kau tebas satu per satu. Setiap kali kau pandang jam tanganmu, perhitunganmu meleset. Seakan-akan semuanya berjalan mundur.
Kejadian buruk ini kita sebut juga dengan pergeseran dari ”comfort zone”. Ingat? Comfort Zone adalah zona dengan gravitasi terberat, karena ia selalu menarikmu ke dalamnya sehingga kau tidak lagi percaya bahwa zona semacam ini eksis ribuan di luar galaksi sana. Kejadian buruk ini membuat gerak hidupmu dalam S l o w m o t i o n , karena gravitasi yang kau lawan luar biasa kuat massanya.
Besaran dari gaya yang kau lawan itu, sekali lagi muncul sebagai partai oposisi, adalah sang waktu. Penjelasan dari waktu ialah segala sesuatu yang mekanis dan bergerak. Kita bayangkan sebuah benda dengan koordinat X (datar), Y (tegak), dan Z (dimensi ketiga). Jika benda tersebut diam saja pada tempatnya, kita tidak akan pernah bisa mengukur waktu yang dilalui benda tersebut. Variabel t (waktu) hanya dapat diukur ketika terjadi perpindahan koordinat lain, secara mekanis.
Dari deskripsi di atas bisa kita sepakati bahwa waktu adalah variabel yang bergerak, bukan? Jika kita lain kali mendengar seseorang berkata ”tenanglah, waktu yang akan menyembuhkanmu”, maka dapat kita rumuskan : MANUSIA + KEJADIAN BURUK + WAKTU = sembuh. Tapi, ternyata tidak semudah itu. Varibel waktu itu dependen terhadap pergerakan. Jadi kalau kita cari derivasinya, kita akan mendapatkan rumus yang lebih konkrit, MANUSIA + KEJADIAN BURUK + BERGERAK KELUAR DARI COMFORT ZONE = sembuh.
Pada poin ini semuanya tampak lebih padat dan nyata. Kini kita ketahui bahwa untuk mengatasi suatu kejadian buruk, kita butuh pergerakan. Kita butuh ritme baru yang dapat melawan gravitasi comfort zone yang tidak bukan adalah sumber dari semua kejadian buruk yang kita lalui. Mudahnya, kita butuh pergi ke luar sana, mencari sumber-sumber penyegaran baru, meluangkan secangkir dua cangkir kopi dengan teman baru, memperbaharui hubungan dengan teman lama, menyibukkan diri dengan isu-isu yang baru saja kita sadari, semua hal baru ini, untuk suatu comfort zone baru, lingkaran halo baru, yang membuat memiliki energi positif yang memancar dengan kekuatan ultra.
Lalu, apa yang harus kita lakukan, jika, seperti pembahasan awal tadi dikatakan bahwa, waktu bisa menjadi siksaan lambat? Kawan, semua itu terjadi ketika kau menghitung apa saja yang telah kau lakukan seiring dengan berjalannya waktu. Dalam hidup, manusia sering menghitung berapa banyak yang telah ia capai dan bukan yang ia hilangkan. Ketika kita menghitung berapa banyak yang telah kita capai, maka kita tidak akan pernah puas, karena kita terus melihat ke langit yang tanpa batas itu. Tapi ketika kita secara sadar mengerti bahwa sebagian keburukan kita telah hilang, walaupun dengan sangat perlahan, pastinya kita akan lebih bersyukur. Idealnya, jika kita terus habiskan waktu kita untuk menaruh sebuah baris dalam CV, kapan kita akhirnya punya keberanian untuk melamar pekerjaan yang kita inginkan? Toh, selalu akan ada orang yang punya CV lebih panjang.
Kembali ke masalah pelambatan waktu, salah satu faktor juga mungkin karena kita terlalu memusingkan hal-hal yang bukan jobdesc kita. Apakah usaha yang saya lakukan akan menghasilkan sesuatu? Apa orang ini bisa menjadi seseorang yang akhirnya bisa menggantikan dia? Kapan saya akan menemukan yang terbaik? Saya juga pernah menanyakan hal tersebut, tapi seorang teman yang sangat tak terkira menunjuk ke arah saya dan mengatakan , ”..that is not for you to answer , but God to arrange.”
..
hiduplah, untuk hari ini. Jadilah hidup, di hari ini. Gunakan waktumu dengan pergerakan yang berarti, jadikan waktu sebagai sahabat dalam perpindahan untuk melawan gravitasi yang hanya akan membelurkanmu ke memori utopis. Yang terpenting : pasrah. Yakinlah Tuhan juga mahaprofesional. He’ll do His job.
2 April 2007
April 2nd, 2007 at 9:49 pm
G g g g g g ggggg ggreat
Truly enlightening ta!
Pas saat gw butuh, gw baca.
Thx :p
April 3rd, 2007 at 11:33 pm
diiiiiiiiiioooonn heheh,,pa kabar? yup. I need some enlightening when writing this piece. X). great if it can do you good too.
April 4th, 2007 at 12:28 am
“two thumbs up”
April 8th, 2007 at 6:12 am
Greatt..tulisanmu selalu bisa mencerahkan mba..^^ I do luph it.. maybe somedays qta butuh banyak berdiskusi serius..hehehe^^
Can’t wait to see u again beibh..^^
April 13th, 2007 at 5:28 am
KEREN BGTTTT!!!
April 21st, 2007 at 7:23 am
great experience..great post,,
halo ta..
meet me
sisi(ingat kotak-kotak’06?): friecy.nadia@aiesec.net/friecynadia@gmail.com
YM : friecy_nadia@yahoo.co.id
April 29th, 2007 at 3:38 pm
MANUSIA + KEJADIAN BURUK + BERGERAK KELUAR DARI COMFORT ZONE = sembuh,
rumus ini juga berlaku untukmu tdk, syg? hahahaha..gila kangen bgt gw sm lo
April 30th, 2007 at 4:13 pm
Manda : yap. rumus ini sudah diuji, jitu pula. Kamu belum aku update cerita baruu!! hahahahahh
May 18th, 2007 at 6:47 am
mMMmmm great…
the best thing is…
makin cepat kita bergerak, makin cepat sembuhkan…
siip
December 16th, 2007 at 2:49 am
Di sini ada cerita
Tentang cinta
Tentang air mata
Tentang tetesan darah
Disini ada cerita
Tentang kesetiaan
Juga pengkhianatan
Disini ada cerita
Tentang mimpi yang indah
Tentang negeri penuh bunga
Cinta dan gelak tawa
Disini ada cerita
Tentang sebuah negeri tanpa senjata
Tanpa tentara
Tanpa penjara
Tanpa darah dan air mata
Disini ada cerita tentang kami yang tersisa
Yang bertahan walau terluka
Yang tak lari walau sendiri
Yang terus melawan ditengah ketakutan!
Kami ada disini
http://www.pena-98.com
http://www.adiannapitupulu.blogspot.com
(Give your comment to change our future)
January 2nd, 2008 at 10:19 pm
Ok bgt si lo ta’! Gilee keren! Slm ini gw sll berandai2 punya tombol erase & rewind dlm hidup gw, but,,, after I read this, I just want to press the play button. Thx ta’