Archive for February, 2007

Kebenaran Telanjang

Saturday, February 10th, 2007

Sampai kapan orang akan percaya terhadap kebenaran yang telanjang? Sampai kapan kita terus berpikir bahwa kebaikan itu selalu terbalut, dan bukan mulus dan terbuka.

Sampai kapan kita sadar, bahwa kemaksiatan timbul dari hiperbola kesucian, dan keseksian ada dalam pikiran?

Bentuk mini yang mengungkung kita terdiri dari tulang, kulit, dan rerambutan. Sebenarnya kita jauh di atas itu semua. Kita ini semua sebenarnya adalah nuansa, aura, dan segala hal yang berputar-putar di angkasa. Manusia bukan payudara atau buah zakar, bukan darah dan air mata, tapi jiwa, yang kadang-kadang terbang dari orbitnya.

Lalu kenapa kita masih mempermasalahkan bahwasannya kita perlu memakai kain tipis untuk menutupi aurat kita yang sebenarnya tidak ada, batasan-batasan fisik yang kita cipta, dan napsu-napsu hewani yang kita kuasai?

Jiwa, ada di atas semua itu. Jiwa, ada dalam koteka, ada dalam patung apsara yang gamblang, yang sebenar-benarnya tanpa maksud jahat dan cuma fungsi penunjang hidup. Mereka yang di atas otak kita sana sudah tahu kalau kita berlaku seperti topeng monyet, pakai-pakai jubah tapi pikiran joroknya tidak dipayungi. Karena itu alien tidak memakai baju. Karena mereka tahu, kita ini manusia-manusia yang sering terjebak dalam fatamorgana kotornya sendiri.

Sampai kapan sih, akhirnya kita paham bahwa kesucian adalah melihat ketelanjangan tanpa firasat. Menyentuh adalah bentuk keperluan fungsional, bukan eksekusi birahi? Sampai kapan akhirnya kita berani berkaca pada zaman tinggal di goa-goa dan mulai meresapi makna kebersamaan yang ditimbulkan oleh lepasnya pakaian dan tinggalnya jiwa?

Sampai kapan , kita akan sadar, sampai kapan paradigma itu akan bergeser. Bahwa kesucian tidak melekat pada apapun melainkan melayang? Akankah pada perjalanan hidup ini kita sadar akan kejernihan yang berwarna bening, bukan berwarna putih?

Mungkin sampai lumba-lumba kembali ke daratan lagi. Entah kapan.

Tolong, mengertilah, kalau semua yang ditutupi  itu bukan berarti bohong. Setiap kepala punya sistemnya. Jangan kau tuding tuduh lagi.