Sedalam.dalamnya.

Sedalam-dalamnya, coba, kau timbun hatimu yang luka, lalu kau kubur dalam-dalam.

Sebanyak-banyaknya pasir yang kau usung untuk membusung hatimu yang perih, lama-lama butiran pasir itu menggesek sayatan-sayatan hatimu yang limbung, dan masuk ke tiap-tiap nada yang masih berdetak dalam sisa-sisa, pecahan-pecahan, serpihan-serpihan hatimu yang masih ada.

Seindah-indahnya cuaca yang menutup harimu. Hatimu yang kelabu akan tetap begitu, matahari tak akan dapat menembus ke dalam rongga dadamu, angin dingin tak akan berdesir menurunkan suhu tubuhmu, bintang-bintang tak akan bersinar, sampai ke dalam tulang rusukmu. Yang ada cuma hatimu, terus, membusuk. Semanis-manisnya senyum yang kau tarik, dan seputih-putihnya gigi yang kau unjuk, air mata tak akan berhenti mengalir, dan darah tak akan berhenti mengucur, dari hatimu yang tercabik sabit-sabit penjagal.

Karena setiap kali berusaha kau sembunyikan, justru luka itu akan terus berakar. Setiap kali kau coba lari, retakan-retakan yang ada semakin nyata. Pada hati yang luka, yang ada hanya hampa, dan ruang kosong itu tak akan pernah dapat kau tutupi, walaupun seribu benda padat ada di atasnya. Roh yang melompong akan terus nongkrong di dalamnya, seperti menyimpan gas di dalam perut, dan sulit mengeluarkannya. Ia beranak disana.

Walau kau berusaha sekuat tenaga, agar tak ada yang melihat. Tapi hal itu, zat itu akan selalu disana, bermati raga bersama segala kekuatan yang kau kerahkan untuk menyamarkannya. Yang ada hanyalah–kenyataan yang tertunda, dan kau pun akan makin larut, larut dan carut marut dalam kesesakkan yang membunuhmu perlahan tanpa bimbang. Ia selalu ada, jika masih kau simpan. Ia, selalu ada jika tetap kau pendam. Ia akan selalu jadi racun, jadi bisa, jadi bius yang tak terbiaskan. Jadi gumpalan-gumpalan sel darah mati, yang menginfusmu selalu, dan merenggut nyawamu dalam sekejap mata.

Ia masih selalu disana jika kau selalu coba lari darinya. Ia akan selalu di belakangmu jika masih kau tengok tidak ke depan. Ia akan selalu disitu, jika kau masih berpikir, “bagaimana caranya aku menghindar?”. Karena tidak ada,– ketiadaan yang dapat kau kendalikan.

Karena nihilnya,

kesendirian yang dapat kau gusur.

Karena lari dari permasalahan, dan membanting tulangmu dalam kegiatan, hanya akan membuatmu makin gusar, dan nantinya makin penuh beban, ketika kau tersadar kau tidak pernah tertidur untuk bermimpi lagi. Karena tidak ada, ketiadaan yang dapat kau gantikan. Kesepian yang kau bicarakan. Kedengkian yang dapat kau balaskan. Kekosongan yang kau timbun dengan kedongkolan.

Retakan itu hanya dapat kau sembuhkan dengan regenerasi. Tidak membiarkannya di dalam lautan dan mengendap disana, melainkan kau angkat jantungmu ke atas awan, dan biarkan ia menghirup udara lepas. Kesepian itu hanya dapat kau kalahkan dengan memberikannya ketenangan batin, bukan hingar bingar cari minuman dan cairan pengusung lara. Kekosongan waktu, bukan dilawan, tapi nikmati.

Biarkan hatimu yang lara merenda benangnya perlahan-lahan. Berikan napas di sela-sela kegiatanmu yang tak terkira. Jangan kau ikat hatimu terlalu erat, jangan kau cekik luka yang sudah ada. Rangkul simpul-simpul kusut, hibur dan dengarkan debur-debur di atas pasir laut yang tadinya menimbunnya. Bersihkan tiap sela-sela dengan seksama, walau cacat asalnya, bentuknya masih ada, sinarnya masih terlihat. Tapi jangan sekali-kali kau coba sembunyikan hatimu yang rentan. Karena sewaktu-waktu, saat malam menemukan zona kegelapanmu, kau hanya akan tenggelam ke dalam pasir hisap di persembunyian hatimu yang menjadi kejam di balik sel-sel tahanan.

Karena itu …. jangan kau tumpuk-tumpuk keluh kesahmu.

Kau sebul-sebul kesedihanmu, dan kotori paru-parumu dengan polusi peluh. Kuncinya, relakan kepergian zat adiktif itu, hembuskan, dan biarkan hatimu terdampar bebas di atmosfir baru. Lepaskan, dan kau akan diberi.

for my gurls: rona, finka.

keep ur precious self together gurls

Sunday, 8th October 2006 10:38 PM

7 Responses to “Sedalam.dalamnya.”

  1. 'f i n k a' Says:

    bwt gw???? makasiy ya darling…

  2. Angga Says:

    so touchy…hm..itu dari pengalaman pribadi elo..?hm…percis sama apa yang gue rasain sekarang ini…

  3. N I I n d a Says:

    hei..

    curhatan berbulu kalimat kalimat indah..

    so..gorgeous.

    goodluck beb!! :-)

  4. -YoSieR- Says:

    hhmmmhh…
    dedicated to diri sendiri ato org lain yg sdg lara ta? hehe..,,
    nice lho,.. cukup menyiram hati yang lagi kena El NIno…

  5. Rona Says:

    ta… gw baru baca…
    tau..ngerti dan paham… makasih ya sayang, im get over him. kamu lebih berharga dibanding dia. ga punya dia ga ada apa2nya dibanding ga punya kamu. kalo dia pernah kasih luka, kamu yang kasih tensoplastnya. makasih ya syg..
    trimakasih, saya sudah melewati jurang yang penuh hujanan batu dan roh2 jahat yang kerap menghantui. sekarang saya sudah berada di pinggiran pantai yang airnya biru dan siap kuselami, mataharinya juga bersinar begitu indah, tempat saya bisa bermain,bergulung, bercanda serta bercinta dengan orang yang baru. bukannya sombong, tapi saya pikir, saya cukup layak mendapatkan seseorang yg lebih worth dari pada kamu. (dedicated to mr. you know who)
    trimakasih CCHHrrrisssttaaa…

  6. 'x'ta Says:

    to finka: iya, buat lo.. ayo move on dari laki2 gak penting itu

    to angga: ya, pengalaman memang guru terbaik bukan? Baguslah, kalau memang lo udah ngerasain, jadi lain kali kalau ada yang nyakitin lo lagi.. u’ve been in worse situation, right?

    to ninda: thank you hun.. good luck to you too ya (hucks traineess!!)

    to yosier : temprature rising like el-nyinyo? .. hahah..

    to rona : you know you are far precious than anyguy in this world. love you too girl. Im so glad I still have someone to count on these freakin days..

  7. AldiTama Says:

    Untuk yang lagi sakit hati, bersyukurlah nak…

    Tuhan kasih lo satu pelajaran hidup lagi yang berharga,,,

Leave a Reply