puisi mati kemerdekaan
Wednesday, August 30th, 2006Menjamah waktu yang berjalan tertatih
Mendamba kepuasan di tengah keputusasaan
Merengkuh noda di dentaman beban
Melanglang kabel pikiran yang kini kusut
Pergi kemana semua kebaikan
Raib kemana pengharapan
Laksana bintang di laut laksamana
Yang kini jatuh dan meledak di pantai
Hati gontai tak ada obatnya
Hari resah tak ada yang mengesah
Haruskah hari berganti pagi dan menyambut siang
Haruskah semua berjalan bagai ledakan derai-derai atom
Kata-kata hilang
Mata-mata belang
Menampar-nampar hati yang makin sempit terbentang
Menghancur-hancurkan napas yang makin berat
Mengenggam tubuh dan melumat jiwanya
Bagaikan raksasa penghancur kehidupan
Konon bumi itu indah
Hanya suatu saat akan berpijar hancur
Konon hidup manusia itu sempurna
Hanya suatu saat kematian akan datang lebih cepat daripada jenasah
Ya, berulang-ulang kali bahkan
Kita ini mati suri terus-terusan
Merdeka!17th Agust
PS: Ada apa dengan hari-hari besar Indonesia?
Gak hari pahlawan gak tujuhbelasan, selalu merupakan saat-saat terburuk buat kalbu.