Menyadari Cinta
Saya tidak mudah jatuh cinta. Tapi saya mudah tahu, ketika saya sedang jatuh cinta. Ada bedanya, kan? Cinta itu proses. Panjang. Melelahkan, tapi sungguh, tidak pernah membosankan. Cinta itu tidak dibuat, karena itu namanya make love. Cinta itu ada, ya… karena memang sudah ada dari sananya. Bentuknya bukan benih yang akan bertumbuh. Bentuknya bukan harta karun yang menunggu ditemukan. Cinta hanya akan ada karena sebuah ruang kosong yang ada di angkasa itu tiba-tiba menggumpalkan semua kotoran-kotoran dan bebatuan kecil yang ada, sehingga akhirnya memadat menjadi sebuah galaksi. Menjadi bintang. Menjadi planet. Memapat. Menjadi bumi. Menjadi hidup. Menjadi keabadian.
Discovering love. Adalah sebuah pertanyaan yang tidak akan pernah ada jawabnya selayak ketika ada yang bertanya, “Siapakah Tuhan?”. Cinta itu memang tidak untuk ditemukan. Tidak untuk dipahami. Karena cinta itu bukan misteri. Cinta itu butiran pasir yang dihembus angin gurun. Lalu butiran pasir itu akan kembali menumpuk menjadi gundukan-gundukan kelembutan yang memang sudah berada di sana. Yang sudah diinjak-injak, dilempar-lempar, diacuhkan. Tapi sebenarnya sangat ada.
Pemikiran tertulis ini setidaknya untuk beberapa sarapan dan makan malam—karena semuanya akan kita lupakan saat makan siang. Bahwa cinta itu sungguh sungguh ADA. Dan bagi orang yang belum dapat mendefinisikan cinta, berburuk sangkalah pada diri Anda untuk tidak melihat sesuatu yang begitu jelas di hadapan jiwa, di antara tulang rusuk belakang dan otak besar. Semuanya begitu jelas. Dan kebutaan yang Anda alami amatlah parah. Anda membutuhkan lebih dari sekedar pengobatan laser. Anda merasakan hidup, tapi cinta, tidak? Adakah hidup tanpa cinta? Cinta itu adalah roh yang lepas. Ia tidak butuh hidup. Hiduplah yang menungguinya.
Bagi orang-orang yang sudah dapat mendefinisikan cinta, jangan cepat percaya. Jangan terpengaruh akan satu aksara pun. Semua itu sudah ada di dalam diri Anda, tinggal Anda menengoknya, memperhatikannya. Sungguh tidak adil jika persepsi Anda berubah orientasi hanya karena dua-tiga argumen.
Bagi orang-orang yang mengetahui dirinya sendiri adalah cinta, tapi goyah—kabur, tidak yakin dan pasti,……. berbahagialah. Anda adalah orang-orang yang akan diselamatkan. Love shall let you fly. Selamat bergabung dalam klub pecinta ketidakpastian cinta yang sangat pasti.
Oktober 2003
April 6th, 2006 at 10:27 am
hahaha…interesting. Tapi satu hal yang gw percaya, “cinta” itu tak terdefnisikan. Seperti yg ditulis di atas, dia adalah roh lepas; roh lepas yg hanya mungkin dirasai dan dialami.
April 13th, 2006 at 1:08 pm
hmmmm….. gile ya bulan oktober 2003 lo udah mikir kaya gini!!!! BAGUS… Tulisannya bagus ta!!!! Salute